Senin, 16 Juni 2014

ANALISIS SEMANTIK DARI LIRIK LAGU MAHER ZAIN-OPEN YOUR EYES






ANALISIS SEMANTIK DARI LIRIK LAGU MAHER ZAIN-OPEN YOUR EYES
Guna untuk memenuhi tugasmata kuliah linguistik di semester II



Disusun oleh: Fakhru Rozi Asalitsi




SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
 PERSATUAN ISLAM GARUT 2014
ABSTRAK
Penelitian ini dilandasi oleh pemikiran bahwa lirik lagu merupakan karya sastra yang menggunakan bahasa sebagai medium dan mencerminkan kehidupan masyarakat. Obyek penelitian ini adalah lirik lagu yang berjudul open your eyes yang di nyanyikan oleh Maher zain, lirik lagu ini sangat terkenal terutama oleh kalangan yang memyukai lagu-lagu realigi, dinyanyikan di berbagai kalangan. Bahasa yang terdapat dalam lagu ini tentunya memiliki makna yang perlu diungkap guna mendapat pemahaman terhadapnya. Artikel ini berupa deskripsi dari hasil analisis terhadap lagu open your eyes menggunakan pendekatan semantik.

Kata-kata Kunci: lirik lagu open your eyes, semantik Bahasa sebagai milik masyarakat tersimpan dalam diri setiap individu dapat bertingkah laku dalam wujud bahasa dan tingkah laku bahasa individu ini dapat berpengaruh luas pada anggota masyarakat yang lain. Manusia adalah makhluk sosial dalam berinteraksi tidak bisa lepas dari komunikasi antar manusia yang satu dengan yang lain, sebagai alat komunikasi, bahasa mampu mewakili pesan yang diterima oleh penerima tutur tidak akan sempurna bila tidak ada respon dari orang lain. Dengan memahami fikiran, perasaan dan gagasan orang lain.
Bahasa merupakan media untuk menyampaikan pesan atau informasi dari satu individu kepada individu lain, baik itu secara lisan maupun tulisan. Pernyataan tersebut sangat benar, satu orang pun tidak ada yang akan membantah dengan pernyataan tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari hampir semua aktifitas kita menggunakan bahasa, baik menggunakan bahasa lisan, bahasa tulisan maupun bahasa tubuh.
Sumarsono (2007:13) mengemukakan masyarakat itu terdiri dari individu-individu, secara keseluruhan individu saling mempengaruhi dan saling bergantung, maka bahasa yang sebagai milik masyarakat juga tersimpan dalam diri masing-masing individu. Setiap individu dapat bertingkah laku dalam wujud bahasa, dan tingkah laku bahasa individual dapat berpengaruh luas pada anggota masyarakat bahasa lain. Oleh karena itu, individu tetap terikat pada aturan permainan yang berlaku bagi semua anggota masyarakat. Bahasa berfungsi ditengah masyarakat dan berupaya menjelaskan kemampuan manusia menggunakan aturan-aturan berbahasa secara tepat dalam situasi-situasi yang bervariasi. Manusia merupakan makhluk sosial, melakukan interaksi, bekerja sama, dan menjalin kontak sosial di dalam masyarakat. Dalam melakukan hal tersebut, manusia membutuhkan sebuah alat komunikasi yang berupa bahasa.
Bahasa merupakan faktor penting untuk menentukan lancar tidaknya suatu komunikasi. Ketepatan berbahasa tidak hanya berupa ketepatan memilih kata, merangkai kalimat dan juga ketepatan melihat situasi. Artinya seorang pemakai bahasa selalu harus tahu bagaimana menggunakan kalimat yang baik, benar dan harus melihat dalam situasi apa dia berbicara, kapan dia berbicara, dimana dia berbicara, dengan siapa dia berbicara dan untuk tujuan apa dia berbicara.
Penelitian terhadap suatu bahasa memilki ranah yang luas untuk memperoleh kejelasan dalam penelitian ini maka perlu diketahui bahwa penelitian ini memilih salah satu sub disiplin struktur bahasa, yaitu semantik. Dalam cabang ilmu bahasa semantik merupakan ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makna yang berada di luar gramatikal bahasa yang berbeda dengan morfologi dan sintaksis yang berada pada tataran gramatika bahasa. Cakupan semantik sangat luas mencakup semua tataran bahasa, baik kata, frase, klausa, kalimat, paragraf maupun wacana. Dengan demikian, semantik adalah ilmu makna, membicarakan makna bahasa (Pateda, 2010:9).
Semantik adalah cabang linguistik yang membahas arti atau makna, baik itu makna leksikal maupun makna gramatikal (Verhaar, 2006:13). Dijelaskan bahwa semantik sebagai ilmu yang mempelajari tentang makna atau arti yang ada pada tatabahasa morfologi, sintaksis maupun leksikon. Semantik dibagi dua antara lain, semantik gramatikal dan semantik leksikal. Oleh karena itu makna gramatikal, makna fungsional, makna struktural, atau makna internal. Makna yang muncul dikarenakan akibat berfungsinya suatu kata dalam kalimat sedangkan makna leksikal yaitu, makna suatu kata terdapat dalam kata yang berdiri sendiri.
Pateda (2010:65) berpendapat bahwa semantik merupakan disiplin linguistik yang membahas secara mendalam tentang sistem makna. Melalui objek makna semantik dapat dikaji melalui banyak segi penggunaan teori yang berbeda aliran dalam linguistik. Jadi dengan semantik kita dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan makna, bagaimanakah wujud makna, apakah jenis makna, apa saja yang berhubungan dengan makna, apakah komponen makna, apakah makna berubah, mengapa makna berubah, apakah setiap kata hanya memiliki satu makna atau lebih, bagaimanakah agar kita mudah memahami sebuah kata, semuanya dapat ditelusuri melalui disiplin ilmu yang disebut dengan semantik.
Berkaitan dengan objek dalam analsis ini perlu dijelaskan tentang lirik lagu yang berhubungan dengan karya sastra . Bentuk karya sastra sangat beragam, karya sastra dapat berbentuk tulisan seperti puisi, prosa, cerpen dan novel. Kaitannya dengan bentuk, karya sastra juga berhubungan dengan karya seni kadang karya seni menginspirasi karya sastra dan sebaliknya karya sastra melengkapi karya seni seperti drama, lagu-lagu dan teater. Sastra dalam lirik dan drama sering memakai musik. Sastra juga bisa dijadikan tema seni lukis atau seni musik terutama pada seni tarik suara dan musik (Wellek & Warren, 1995:160)
. Peneliti dalam penelitian ini menggunakan objek lirik lagu open your eyes. Lirik lagu termasuk dalam genre sastra karena lirik lagu adalah karya sastra utama dari puisi yang berisi curahan perasaan pribadi atau masalah publik, susunan kata sebuah nyanyian (Nyoman, 2009:425). Oleh karena itu lirik sama dengan puisi namun disajikan dengan nyanyian yang diiringi oleh musik dan termasuk dalam genre sastra imajinatif.
Setiap lagu pasti mempunyai tujuan tertentu yang ingin disampaikan kepada masyarakat sebagai pendengarnya. Lirik lagu berisi barisan kata-kata yang dirangkai secara baik dengan gaya bahasa yang menarik oleh komposer dan dibawakan dengan suara merdu supaya dapat dinikmati oleh para pendengar dengan baik. Lirik lagu terbentuk dari bahasa yang dihasilkan dari komunikasi antara pencipta lagu dengan masyarakat penikmat lagu sebagai wacana tulis karena disampaikan dengan media tulis pada sampul albumnya dapat juga sebagai wacana lisan melalui kaset. Lirik lagu merupakan ekspresi seseorang dari dalam batinnya tentang sesuatu hal baik yang sudah dilihat, didengar maupun dialami.
By: Maher Zain – open your eyes
Look around yourselves Can’t you see this wonder Spreaded infront of you The clouds floating by The skies are clear and blue Planets in the orbits The moon and the sun Such perfect harmony Let’s start question in ourselves Isn’t this proof enough for us Or are we so blind To push it all aside.. No.. We just have to Open our eyes, our hearts, and minds If we just look bright to see the signs We can’t keep hiding from the truth Let it take us by surprise Take us in the best way (Allah..) Guide us every single day.. (Allah..) Keep us close to You Until the end of time.. Look inside yourselves Such a perfect order Hiding in yourselves Running in your veins What about anger love and pain And all the things you’re feeling Can you touch them with your hand? So are they really there? Lets start question in ourselves Isn’t this proof enough for us? Or are we so blind To push it all aside..? When a baby’s born So helpless and weak And  you’re watching him growing.. So why deny Whats in front of your eyes The biggest miracle of life.. Allah.. You created everything We belong to You Ya Robb we raise our hands Forever we thank You.. Alhamdulillah..
Artinya:By: Maher Zain - membuka mata Anda
Lihatlah di sekitar dirimu Tidak bisakah kau melihat keajaiban ini Tersebar infront dari Anda Awan mengambang oleh Langit yang jelas dan biru Planet di orbit Bulan dan matahari Harmoni yang sempurna seperti Mari kita mulai pertanyaan dalam diri kita sendiri Bukankah ini bukti cukup bagi kita Atau kita begitu buta Untuk mendorong semua samping .. No . Kita hanya harus Membuka mata kita , hati kita , dan pikiran Jika kita hanya terlihat cerah untuk melihat tanda-tanda Kita tidak bisa terus bersembunyi dari kebenaran Biarkan membawa kita terkejut Bawa kami dengan cara terbaik ( Allah. . ) Membimbing kita setiap hari .. ( Allah. . ) Membuat kita dekat dengan Anda Sampai akhir waktu Lihatlah ke dalam dirimu Seperti urutan yang sempurna Bersembunyi di dirimu Berjalan di pembuluh darah Anda Bagaimana dengan kemarahan cinta dan rasa sakit Dan semua hal yang Anda merasa Dapatkah Anda menyentuh mereka dengan tangan Anda ? Jadi, apakah mereka benar-benar ada ? Mari kita mulai pertanyaan dalam diri kita sendiri
Bukankah ini bukti cukup bagi kita ? Atau kita begitu buta Untuk mendorong semua samping .. ? Ketika lahir bayi Jadi tak berdaya dan lemah Dan kau mengawasinya tumbuh .. Jadi mengapa menyangkal apa di depan mata Anda Keajaiban terbesar dalam hidup, Buka mata dan hati dan pikiran Jika Anda hanya terlihat cerah untuk melihat tanda-tanda Kita tidak bisa terus bersembunyi dari kebenaran Biarkan membawa kita terkejut Bawa kami dengan cara terbaik ( Allah. . ) Membimbing kita setiap hari .. ( Allah. . ) Membuat kita dekat dengan Anda Sampai akhir waktu  Allah Engkau telah menciptakan segala sesuatu Kami milik Anda Ya Robb kami mengangkat tangan kami Selamanya kita berterima kasih ..
Alhamdulillah ..
Makna Asosiatif
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dapat dipaparkan penjelasan mengenai makna asosiatif dalam lirik lagu open your eyes. Berikut deskripsi hasil analisis makna asosiatif yang terdapat dalam lirik lagu open your eyes. Look around yourselves Can’t you see this wonder Spreaded infront of you The clouds floating by The skies are clear and blue Planets in the orbits The moon and the sun Such perfect harmony Let’s start question in ourselves Isn’t this proof enough for us Or are we so blind To push it all aside.. No.. We just have to Open our eyes, our hearts, and minds If we just look bright to see the signs We can’t keep hiding from the truth Let it take us by surprise Take us in the best way (Allah..) Guide us every single day.. (Allah..) Keep us close to You Until the end of time.. Look inside yourselves Such a perfect order Hiding in yourselves Running in your veins What about anger love and pain And all the things you’re feeling Can you touch them with your hand? So are they really there? Lets start question in ourselves Isn’t this proof enough for us? Or are we so blind To push it all aside..? When a baby’s born So helpless and weak And  you’re watching him growing.. So why deny Whats in front of your eyes The biggest miracle of life.. Allah.. You created everything We belong to You Ya Robb we raise our hands Forever we thank You.. Alhamdulillah..
Pada lirik lagu di atas baris pertama terdapat kata mata (eyes)  yang bermakna mata yang tadak melihat. Dari kata tersebut dapat dikiaskan kedalam yang hal baru seperti yang lagi tidur dan bermimpi, dan masih belum bangun untuk membuka mata, dan belum mempercayai bahwa semua yang di lihatnya dan semua yang di rasakannya adalah ciptaan Allah SWT. Dan dalam baris ke tiga terdapat kata keajaiban (wonder) berarti hal yang menakjubkan yang yata dan bisa dilihat oleh manusia dan makhluk hidup lainya, dan dalam hal ini keajaiban tidak timbul dengan sendirinya, contohnya matahari, bulan, bulan, orbit dan lain-lain. Itu adalah sebuah keajaiban dan keindahan yang tidak timbul dengan sendirinya, dan itu semua adalah ciptaan Allah SWT. Arti lebih jelas dari kata mata dan keajaiban itu menunjukan adanya sang kholik (pencipta), keajaiban adalah hasilyang di ciptakanNya dan mata manusia adalah cara untuk melihat hasil ciptaanNya. tapi banyak manusia yang tidak pernah membuka matanta, untuk mengetahui siapa pencipta semua ini.
 Kemudian dari baris ke lima melanjutkan dengan memberikan penjelasan tentang awan yang mengembang yang sangat indah di lihat di langit yang jelas dan biru, kata awan dan langit biru itu merupakan kata yang sama. Arti dari kata awan dan langit yang biru itu dapat di artikan sebagai keajaiban yang begitu menakjubkan dan keindahan yang tiada bandingan nya, yang di captakan Allah untuk makhluk ciptaanNya.
kemudian kata Membuka mata dan melihat tanda-tanda dalam bagian lirik di atas itu dapat termasuk kedalam makna asosiasi, membuka mata bermana utntuk supaya kita bisa melihat begitu besar citaanNya, dan kata melihat tanda-tanda itu bermakna tanda-tanda kekuasaan Allah itu sangat lah besar.
Keta selanjutnya dalam lirik di ats. membing-bingbing kita setiap hari dan dapat di kiaskan denngan seorang orang tua yang slalu membimbing, dan melatih anaknya setiap hari. Dan dalam baris selanjutnya terdapat kata sampai akhir waktu. Dan dapat di kiaskan dengan orang tua yang slalu mengajarkan sesuatu yang bermanfaat anaknya sampai ajal tiba. Dari kedua kata tersebut yakni membimbing setiap hari dan sampai akhir waku daat di asosiasikan bahwa Allah swt. Tidak akan pernah tidur tidak akan pernah melepaskan pendangannya kepada kita se detik pun Allah akan slalu membibing kita( yang selalu berusaha mencari rihonya) dijalan, sampai akhir waktu/akhir jaman Allah akan selau ada, dan kita selaku orang muslim harus tetap selalu meminta rahmat dan magfirah-Nya.
Makna Stilistik
Rangkaian kata dan kalimat dalam bait lirik lagu lopen your eyes berbentuk simile, perumpamaan dan epos yang panjang. Berupa rangakian cerita perjalan suatu kegiatan dari awal membuka mata sampai pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara bertingkat ajakan berpegang teguh pada tali Allah.
Maksud dari cerita yang disampaikan secara ringkas, padat tersebut membuat lirik lagu ini sarat makna stlistika, metafora-metafora dapat ditemukan seperti yang terdapat dalam uraian di atas pada makna kias, sesungguhnya merupakan perumpamaan-perumpamaan, yang memiliki muatan stilistik.
Makna afektif
makna yang muncul akibat reaksi pendengar atua pembaca terhadap penggunaan bahasa, setelah mendengar lirik lagu ini dinyanyikan maka akan dirasakan makna afektif diantaranya, ajakan pengarang kepada pendengar untuk membuka mata, hati ban pikiran dengan menyikapi tanda-tanda kekuasaan Allah,  suatu hal yang tidak tahu menjadi tahu seperti yang tersirat dalam kalimat. Kita hanya harus Membuka mata kita , hati kita  dan pikiran Jika kita hanya terlihat cerah untuk melihat tanda-tanda Kita tidak bisa terus bersembunyi dari kebenaran Biarkan membawa kita terkejut Bawa kami dengan cara terbaik Allah. Pembaca atau pedengar secara sadar atau tidak sadar akan merasa diperingatkan untuk berusaha memperbaiki diri terutama dalam menyikapi mentafaquri ciptaan Allah seperti dalam kalimat melihat tanda-tanda (kekuasaan Allah).
Makna kolokatif
Makna kolokatif wujud dalam kata-kata yang digunakan pengarang untuk menunjukkan suatu gambaran tentang keajaiban yang digambarkan pengarang. Kata-kata yang terdpat dalam lirk lagu open your eyes lebih banyak behubungan dengan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Sepeti kata Awan mengambang(The clouds floating), Langit yang jelas dan biru (skies are clear and blue), Planet di orbit (Planets in the orbits), Bulan dan matahari yang Harmoni (moon and sun Such perfect harmony). kata-kata tersebut memberikan gambaran umum yang berhubungan dengan betapa begitu besarnya kekuasaan Allah. Sasaran penciptaan lirik lagu ini bukan ditujukan pada suatu ruang khusus, artinya tidak hanya ditujukan sebagai pengkhususan kepada seorang yang belum membuka matanya atau tidak tau siapa yang memiliki semua ini, pencerahan kepada seorang yang sedang dalam perjalanan masuk Agama Islam, sebagian golongan manusia, mungkin gender atau status social, tetapi lebih luas, lirik lagu ini ditujukan kepada setiap pribadi secara universal hubungan dirinya dengan Allah SWT.



Kesimpulan
Bedasarkan analisis terhadap lagu Maher Zain-open your eyes dengan pendekatan semantik khususnya jenis semantik asosiatif dapat disimpulkan bahwa dalam lirik lagu diatas terdapat makna kias, makna kolokatif, makna afektif. Makna kias terdapat dalam kata-kata mata(eyes), keajaiban(wonder), langit yang jelas dan biru(skies are clear and blue), awan yang mengembang (the cloud flaoting), Membuka mata (open eyes) dan melihat tanda-tanda (see the signs) .Makna stilistik berupa metafora-metafora yang juga berfungsi sebagai makna kias dan memperindah bunyi. Secara utuh lirik lagu ini berupa epos simile, sebuah cerita dalam perumpamaan.makna afetktif berupa ajakan, untuk lebih bisa mentafaquri nikmat yang Allah berikan, menjalankan syariat agama Islam secara bertahap ban mempelajarinya lebih dalam lagi. Makna konotatif  hampir terdapat dalam setiap baris lirikm lagu open your eyes tetapi belum saya bahas semuanya, kata-kata maupun kalimatnya merupakan acuan dari luar leksikalnya. Yang menceritakan tentang betapa besarnya kekuasaan Allah.

Selasa, 03 Juni 2014

TANYA JAWAB SEPUTAR FIQIH

TANYA JAWAB SEPUTAR FIQIH
Oleh : Fakhru Razi Assalitsi
TENTANG SHOLAT
pertanyaan dari,,
Fani: Apa hukumnya memakai sejadah? > Menggunakan sejadah itu tidak termasuk hukum masalahmursalah yang tidak ada di zaman Nabi tapi bias digunakan untuk beribadah kepada Allah SWT.
-Apa boleh tahajud berjamaah?> Shalat tahajud hukumnya sunnah, boleh berjama’ah tapi lebih baik sendirian.
-Apa rosul mencontohkan sujud sahwi?>
Sujud artinya ketundukan baik itu menundukan kepala ke tempat yang lebih rendah ataupun suatu perbuatan yang mengisyaratkan kepada ketundukan itu sendiri, contohnya ketaatan.
Sedangkan Sahwi artinya Lupa, yaitu meninggalkan sesuatu dengan tidak sengaja. Jadi Sujud Sahwi adalah sujud dalam shalat yang dilakukan karena ada salah satu perbuatan shalat yang tertinggal secara tidak sengaja
Dalil sujud sahwi (dua kali sujud):
Contoh cara melakukan sujud sahwi sebelum salam dijelaskan dalam hadits ‘Abdullah bin Buhainah,
فَلَمَّا أَتَمَّ صَلَاتَهُ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ فَكَبَّرَ فِي كُلِّ سَجْدَةٍ وَهُوَ جَالِسٌ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ
“Setelah beliau menyempurnakan shalatnya, beliau sujud dua kali. Ketika itu beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk. Beliau lakukan sujud sahwi ini sebelum salam.” (HR. Bukhari no. 1224 dan Muslim no. 570)
http://pondokhabib.wordpress.com/2011/07/27/dalil-dan-cara-sujud-sahwi-dua-sujud-sebelum-salam/
Dian: Apa boleh mesjid dijadikan tempat sebagai jalan pintas? Boleh kalau sekiranya itu darurat
Fahru: Apa hukum masbuk dan apa dalilnya? >
pendapat Jumhur Ulama yang menyatakan bahwa seorang makmum disebut masbuq itu apabila ia tertinggal ruku’ bersama imam.  Jika seorang makmum mendapati imam sedang ruku’, kemudian ia ruku bersama imam, maka ia mendapatkan satu raka’at dan tidak disebut masbuq. Dan gugurlah kewajiban membaca surat al-Fatihah.



Dalil-dalil Pendapat Pertama:
  1. مَنْ أَدْرَكَ الرُّكُوْعَ فَقَدْ أَدْرَكَ الرَّكْعَةَ  { أبو داود ، الفقه الإسلامي – سليمان رشيد 116 }
Artinya: “Siapa yang mendapatkan ruku’, maka ia mendapatkan satu raka’at”. (HR. Abu Dawud, FIqh Islam-Sulaiman Rasyid : 116)
  1. عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلّى الله عليه و سلم : ” إِذَا جِئْتُمْ إِلَى الصَّلاَةِ وَ نَحْنُ سُجُوْدٌ فَاسْجُدُوْا وَ لاَ تَعُدُّوْهاَ شَيْئاً وَ مَنْ أَدْرَكَ الرَّكْعَةَ فَقَدْ أَدْرَكَ الصَّلاَةَ  “ { رواه أبو داود 1 : 207،عون المعبود  3 : 145}
Dari Abu Hurairah, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : “ Apabila kamu datang untuk shalat, padahal kami sedang sujud, maka bersujudlah, dan jangan kamu hitung sesuatu (satu raka’at) dan siapa yang mendapatkan ruku’, bererti ia mendapat satu rak’at dalam sholat (nya)”. ( H.R Abu Dawud 1 : 207, Aunul Ma’bud – Syarah Sunan Abu Dawud  3 : 145 )
Jumhur Ulama berkata:  “Yang dimaksud dengan raka’at disni adalah ruku’, maka yang mendapati imam sedang ruku’ kemudian ia ruku’ maka ia mendapatkan satu raka’at. (Al-Mu’in Al-Mubin 1 : 93, Aunul Ma’bud 3 : 145)
  1. إِنَّ أَباَ بَكْرَةَ إِنْتَهَى إِلَى النَّبِيِّ صلّى الله عليه و سلم وَ هُوَ رَاكِعٌ فَرَكَعَ قَبْلَ أَنْ يَصِلَ إِلَى الصَّفِّ فَذَكَرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صلّى الله عليه و سلم فَقاَلَ : ” زَادَكَ اللهُ حِرْصاً وَ لاَ تُعِدْ “  { رواه البخاري، فتح الباري 2 :  381}
“ Sesungguhnya Abu Bakrah telah datang untuk solat bersama Nabi SAW (sedangkan) Nabi SAW dalam keadaan ruku’, kemudian ia ruku’ sebelum sampai menuju shaf. Hal itu disampaikan kepada Nabi SAW, maka Nabi SAW bersabda  (kepadanya) : “ Semoga Allah menambahkan kesungguhanmu, tetapi jangan kamu ulangi lagi ”.
Dari dalil-dalil diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa menurut jumhur ulama seorang dikatakan masbuk itu apabila ia tidak sempat ruku’ bersama imam. http://pwkpersis.wordpress.com/2011/11/17/masbuq-dalam-sholat-dan-permasalahannya/
TENTANG MAYIT
Pertanyaan dari,,
Rifqi: Bagaimana dengan pahala tukang gali kubur yang hanya mengharapkan bayaran?
Jawab: Pahalanya akan hangus.
Fani: Kenapa hitungan kain kapan berbeda, laki-laki 3 dan perempuan 5 lapis?
Jawab: 
Dian: Bagaimana dengan permasalahan do’a sholat mayit laki-laki dengan dhomir “HU” dan mayit perempuan dengan dhomir “HA”?> karena dhomir HU dlm bahasa arab menunjukan seorang laki dan dhomir HA menunjukan seorang perempuan.
Irna: Apa boleh jenazah ditunda-tunda dulu dengan alasan menunggu kerabat yang jauh?> Boleh tapi b\lebih bagus disegerekan dalam hal penguburannya.
Saeful: Bagaimana dengan tahlilan? Yang saya ketahui Hukum tahlilan itu tidak ada kna Rasullaloh tidik pernah menconthkan tahlilan ada juga mendoakan orang yang meninggal.


TENTANG NIKAH
PENGERTIAN NIKAH 
Perkahwinan atau nikah menurut bahasa ialah berkumpul dan bercampur. Menurut istilah ialah Ijab dan Qabul (‘aqad) yang menghalalkan persetubuhan antara lelaki dan perempuan yang diucapkan oleh kata-kata yang menunjukkan nikah, menurut peraturan yang ditentukan oleh Islam
HUKUM NIKAH
* Wajib kepada orang yang mempunyai nafsu yang kuat sehingga boleh menjatuhkan ke lembah maksiat (zina dan sebagainya) sedangkan ia seorang yang mampu.
*Sunat kepada orang yang mampu tetapi dapat mengawal nafsunya.
*Makruh kepada orang yang tidak berkemampuan dari segi nafkah batin dan lahir tetapi sekadar tidak memberi kemudaratan kepada isteri, sama ada ia kaya atau tiada nafsu yang kuat.
*Haram kepada orang yang tidak berkempuan untuk memberi nafkah batin dan lahir dan ia sendiri tidak berkuasa (lemah), tidak punya keinginan berkahwin serta akan menganiaya isteri jika dia berkahwin.
RUKUN NIKAH
1.Pengantin lelaki 5. Ijab dan kabul (akad nikah) 
2.Pengantin perempuan 4. Dua orang saksi lelaki 
3.Wali
SYARAT-SYARAT NIKAH
a) calon istri tidak di haramkan menikah dengan calon suami
b) kesaksian atas pernikahan 
c) lafal akad perkawinan bersifat kekal
Pertanyaan dari,,
Pa Aep: Apa maksudnya dengan nikah menyempurnakan setengah dari agama? Yang saya ketahui nikah menyempurnakan agama itu karena yang sudaah menikah akan lebih pokus dalam hal ibadah kpd Allah. maybe
Eka setia: Bagaimana dengan khulu? Khulu itu haram kecuali sang suami tidak pernah lagi menapkahi lahir dan batin  seorang istri.
Ibu Wulan: Apa boleh wanita menentukan mahar? Boleh tapi sebaik” wanita adlh yang meminta lebih kecil maharnya an sebaik” suami adalah yang memberi mahar lebih besar kepada istrinya.
Nurlatifah: Bagaimana jika mahar tidak sesuai dengan janji dari awal (atas dasar permintaan si perempuan)? Mungkin gapapa kalau alsannya jelas.
Setiyani: Apa boleh mahar dihutangkan? Mungkin gapapa kalau alsannya jelas.
Fani: Apa boleh perempuan menikah dalam keadaan hed? Boleh tapi lebih bagus lagi kalau dalam keadaan tidak haid.

TENTANG RUANG LINGKUP AKHLAQ
Pertanyaan dari,,
Ibu Wulan: Bagaimana cara membangun akhlaq? Dengan mengajarkan kebiasaan baik dari orangtua dan lingkungan.

TENTANG AKHLAQ TERCELA
Pertanyaan dari,,
Fahru: Apa kaitanya syirik dengan akhlaq tercela? Syirik adalah berbuatan tercela kepada Allah.
Pa Aep: Apa yang membedakan antara syirik besar dan syirik kecil? Syirik besar dapat mangelurkan pelakunya dari agama Allah, sedngkan syirik kecil tidak akan menmbuat pelakunya keluar dri agama tapi mendapatkan sangsi dari Allah SWT.
Irna: Bagaimana cara menghilangkan akhlaq tercela? Dengan sering melakukan 5 perkara, baca AlQuran dan maknanya, solat malam dirikan lah, berkumpulah dengan orang soleh, perbanyaklah berpuasa sunah, dzikir malam perpanjanglah.
Ibu Wulan: Bagaimana cara menghilangkan rasa dendam? Dengan mengingat kebaikan yang telah dilakukan orang yang kita dendami tersebut
Rifqi: Apa sifat malas masuk level tercela? Malas adalah penyakit yang harus da hilangkan bukan sifat.
Top of Form
Bottom of Form


Selasa, 27 Mei 2014

MAKALAH TENTANG PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM



MAKALAH TENTANG PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
Diajukan untuk memenuhi tugas belajar dan pembelajaran







Disusun oleh :
Fahru Rozi A
Eka Setia
Zaenal Arifin
Aep
Yuli



SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN ISLAM GARUT 2014
BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
Salah satu di antara masalah besar dalam bidang pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan yang tercermin dari rendahnya rata-rata prestasi belajar. Masalah lain adalah bahwa pendekatan dalam pembelajaran masih terlalu didominasi peran guru. Guru lebih banyak menempatkan peserta didik sebagai objek dan bukan sebagai subjek didik. Pendidikan kita kurang memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam berbagai mata pelajaran, untuk mengembangkan kemampuan berpikir holistik (menyeluruh), kreatif, objektif, dan logis.
Demikian juga proses pendidikan dalam sistem persekolahan kita, umumnya belum menerapkan pembelajaran sampai peserta didik menguasai materi pembelajaran secara tuntas. Akibatnya, banyak peserta didik yang tidak menguasai materi pembelajaran meskipun sudah dinyatakan tamat dari sekolah. Tidak heran kalau mutu pendidikan secara nasional masih rendah Mutu hasil pendidikan yang masih rendah serta mengabaikan aspek-aspek moral, akhlak, budi pekerti, seni & olah raga, serta kecakapan hidup, persaingan global yang memungkinkan hanya mereka yang mampu akan berhasil.

Rumusan Masalah
Dalam pembahasan makalah ini, kami memfokuskan pada beberapa masalah dibawah ini :
1.      Kurikulum dan Landasan Pengembangan Kurikulum
2.      Komponene dan Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum
3.      Model-model Pengembangan Kurikulum
4.      Guru dan Pengembangan Kurikulum

Tujuan
1.      Mengenal pengertian kurikulum dan landasan-landasan pengembangan kurikulum.
2.      Mengkomunikasikan komponen-komponen kurikulum dan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.
3.      Mengenal berbagai pengembangan kurikulum.
4.      Mengenal keterhubungan pembelajaran dengan pengembangan kurikulum.

  







BAB II
PEMBAHASAN
A.    Kurikulum dan Landasan Pengembangan kurikulum
1.      Pengertian Kurikulum
Kata “kurikulum”  berasal dari kata bahasa Latin yang berarti “jalur pacu”, dan secara tradisional, kurikulum sekolah disajikan seperti itu (ibarat jalan) bagi kebanyakan orang (Zais, 1976:6). Lebih lanjut Zais (1976) mengemukakan berbagai pengertian kurikulum yakni: (1) kurikulum sebagai program belajar, (ii) kurikulum sebagai isi pelajaran, (iii)  kurikulum sebagai pengalaman belajar yang direncanakan, (iv) kurikulum sebagai pengalaman dibawah tanggung jawab sekolah,(v) kurikulum sebagai pengalaman belajar terbimbing, (vi) kurikulum sebagai kehidupan terbimbing, (vii) kurikulum sebagi suatu rencana pembelajaran, (viii) kurikulum sebagai sistem produksi secara teknologis, dan (ix) kurikulum sebagai tujuan. Konsep-konsep kurikulum yang terdiri dari: (i) kurikulum sebagai jalan meraih ijazah, (ii) kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran, (iii) kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran, (iv) kurikulum sebagai hasil belajar, dan (v) kurikulum sebagai pengalaman belajar.
a. Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah
.Seseorang yang telah menyelesaikan satu jenjang pendidikan dalam kenyataannya telah melalui suatu jalur pacuan yang terdri atas berbagai mata pelajaran.
b. Kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran
.Jalan meraih ijazah mengisyaratkan adanya sejumlah mata pelajaran dan isi pelajaran yang harus diselesaikan oleh siswa.
c. Kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran.
Kurikulum didefinisikan sebagai satu rencana yang dikembangkan untuk mendukung proses mengajar/belajar didalam arahan dan bimbingan sekolah, akademi atau unversitas dan para anggotanya stafnya. Alexander dan Saylor (1974 dalam Bondi dan Wiles, 1989:7) mengungkapkan pula bahwa kurikulum sebagai satu rencana untuk menyediakan seperagkat kesempatan belajar agar mencapai tujuan belajar.
d. Kurikulum sebagai hasil belajar.
Semua rencana hasil belajar (learning outcomes) yang merupakan tanggung jawab sekolah adalah kurkulum. Tanner dan Tanner (1980:43) memandang kurikulum sebagai rekontruksi pengetahuan dan pengalaman, yang secara sistematis dikembangkan dengan bantuan sekolah atau (universitas), agar memungkinkan siswa menambah penguasaan pengetahuan dan pengalamannya. Dengan demikian, belajar yang diharapkan.
e. Kurikulum sebagai pengalaman belajar.
Kurikulum yang diuraikan sebelumnya, dapalah kita menandai bahwa setiap orang yang terlibat dalam pengimplementasian kurikulum tersebut akan memperoleh pengalaman belajar.
2.      Landasan Pengembangan Kurikulum
Kurikulum merupakan inti dari bidang pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dan kehidupan manusia, maka penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Penyusunan kurikulum yang tidak didasarkan pada landasan yang kuat dapat berakibat fatal terhadap kegagalan pendidikan itu sendiri. Dengan sendirinya, akan berkibat pula terhadap kegagalan proses pengembangan manusia.
Dalam hal ini, Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengemukakan empat landasan utama dalam pengembangan kurikulum, yaitu: (a) filosofis; (b) psikologis; (c) sosial-budaya; dan (d) ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan diuraikan secara ringkas keempat landasan tersebut.
a.     Landasan Filosofis
Filsafat memegang peranan penting dalam pengembangan kuikulum. Sama halnya seperti dalam Filsafat Pendidikan, kita dikenalkan pada berbagai aliran filsafat, seperti : perenialisme, essensialisme, eksistesialisme, progresivisme, dan rekonstruktivisme. Dalam pengembangan kurikulum pun senantiasa berpijak pada aliran – aliran filsafat tertentu, sehingga akan mewarnai terhadap konsep dan implementasi kurikulum yang dikembangkan. Dengan merujuk kepada pemikiran Ella Yulaelawati (2003), di bawah ini diuraikan tentang isi dari-dari masing-masing aliran filsafat, kaitannya dengan pengembangan kurikulum.
·         Perenialisme lebih menekankan pada keabadian, keidealan, kebenaran dan keindahan dari pada warisan budaya dan dampak sosial tertentu. Pengetahuan dianggap lebih penting dan kurang memperhatikan kegiatan sehari-hari. Pendidikan yang menganut faham ini menekankan pada kebenaran absolut , kebenaran universal yang tidak terikat pada tempat dan waktu. Aliran ini lebih berorientasi ke masa lalu.
·         Essensialisme menekankan pentingnya pewarisan budaya dan pemberian pengetahuan dan keterampilan pada peserta didik agar dapat menjadi anggota masyarakat yang berguna. Matematika, sains dan mata pelajaran lainnya dianggap sebagai dasar-dasar substansi kurikulum yang berharga untuk hidup di masyarakat. Sama halnya dengan perenialisme, essesialisme juga lebih berorientasi pada masa lalu.
·         Eksistensialisme menekankan pada individu sebagai sumber pengetahuan tentang hidup dan makna. Untuk memahami kehidupan seseorang mesti memahami dirinya sendiri. Aliran ini mempertanyakan : bagaimana saya hidup di dunia ? Apa pengalaman itu ?
·         Progresivisme menekankan pada pentingnya melayani perbedaan individual, berpusat pada peserta didik, variasi pengalaman belajar dan proses. Progresivisme merupakan landasan bagi pengembangan belajar peserta didik aktif.
·         Rekonstruktivisme merupakan elaborasi lanjut dari aliran progresivisme. Pada rekonstruktivisme, peradaban manusia masa depan sangat ditekankan. Di samping menekankan tentang perbedaan individual seperti pada progresivisme, rekonstruktivisme lebih jauh menekankan tentang pemecahan masalah, berfikir kritis dan sejenisnya. Aliran ini akan mempertanyakan untuk apa berfikir kritis, memecahkan masalah, dan melakukan sesuatu ? Penganut aliran ini menekankan pada hasil belajar dari pada proses.
Aliran Filsafat Perenialisme, Essensialisme, Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang mendasari terhadap pengembangan Model Kurikulum Subjek-Akademis. Sedangkan, filsafat progresivisme memberikan dasar bagi pengembangan Model Kurikulum Pendidikan Pribadi. Sementara, filsafat rekonstruktivisme banyak diterapkan dalam pengembangan Model Kurikulum Interaksional.
b.      Landasan Psikologis
Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengemukakan bahwa minimal terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu (1) psikologi perkembangan dan (2) psikologi belajar. Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya. Dalam psikologi perkembangan dikaji tentang hakekat perkembangan, pentahapan perkembangan, aspek-aspek perkembangan, tugas-tugas perkembangan individu, serta hal-hal lainnya yang berhubungan perkembangan individu, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum. Psikologi belajar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar. Psikologi belajar mengkaji tentang hakekat belajar dan teori-teori belajar, serta berbagai aspek perilaku individu lainnya dalam belajar, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus mendasari pengembangan kurikulum.
c.    Landasan Sosial-Budaya
Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. Sebagai suatu rancangan, kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. Kita maklumi bahwa pendidikan merupakan usaha mempersiapkan peserta didik untuk terjun ke lingkungan masyarakat. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan semata, namun memberikan bekal pengetahuan, keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup, bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat.
Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki sistem-sosial budaya tersendiri yang mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar anggota masyarakat. Salah satu aspek penting dalam sistem sosial budaya adalah tatanan nilai-nilai yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. Nilai-nilai tersebut dapat bersumber dari agama, budaya, politik atau segi-segi kehidupan lainnya.
Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga turut berkembang sehingga menuntut setiap warga masyarakat untuk melakukan perubahan dan penyesuaian terhadap tuntutan perkembangan yang terjadi di sekitar masyarakat.
d.        Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Kemajuan cepat dunia dalam bidang informasi dan teknologi dalam dua dasa warsa terakhir telah berpengaruh pada peradaban manusia melebihi jangkauan pemikiran manusia sebelumnya. Pengaruh ini terlihat pada pergeseran tatanan sosial, ekonomi dan politik yang memerlukan keseimbangan baru antara nilai-nilai, pemikiran dan cara-cara kehidupan yang berlaku pada konteks global dan lokal.
Selain itu, dalam abad pengetahuan sekarang ini, diperlukan masyarakat yang berpengetahuan melalui belajar sepanjang hayat dengan standar mutu yang tinggi. Sifat pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai masyarakat sangat beragam dan canggih, sehingga diperlukan kurikulum yang disertai dengan kemampuan meta-kognisi dan kompetensi untuk berfikir dan belajar bagaimana belajar dalam mengakses, memilih dan menilai pengetahuan, serta mengatasi siatuasi yang ambigu dan antisipatif terhadap ketidak pastian.
Perkembangan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, terutama dalam bidang transportasi dan komunikasi telah mampu merubah tatanan kehidupan manusia. Oleh karena itu, kurikulum seyogyanya dapat mengakomodir dan mengantisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga peserta didik dapat mengimbangi dan sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan dan kelangsungan hidup manusia.
e.       Landasan Perkembangan Masyarakat
. Salah sau ciri dari masyarakat adalah selalu berkembang. Mungkin pada masyarakat tertentu perkembangan sangat lambat, tetapi masyarakat lainnya cepat bahkan sangat cepat (Nana Sy. Sukmadinata, 1988 : 66). Proses pendidikan yang sesuai dengan perkembangan masyarakat maka diperlukan rancangannya berupa kurikulum yang landasan pengembangannya berupa perkembangan masyarakat itu sendiri.

B.     Komponen dan Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum
1.      Komponen Kurikulum
Kurikulum memiliki lima komponen utama, yaitu : tujuan; materi; strategi pembelajaran; organisasi kurikulum dan evaluasi. Kelima komponen tersebut memiliki keterkaitan yang erat dan tidak bisa dipisahkan. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan diuraikan tentang masing-masing komponen tersebut.

a.       Tujuan
Mengingat pentingnya pendidikan bagi manusia, hampir di setiap negara telah mewajibkan para warganya untuk mengikuti kegiatan pendidikan, melalui berbagai ragam teknis penyelenggaraannya, yang disesuaikan dengan falsafah negara, keadaan sosial-politik kemampuan sumber daya dan keadaan lingkungannya masing-masing. Kendati demikian, dalam hal menentukan tujuan pendidikan pada dasarnya memiliki esensi yang sama. 
b.      Materi pembelajaran
Dalam menentukan materi pembelajaran atau bahan ajar tidak lepas dari filsafat dan teori pendidikan dikembangkan. Dalam hal ini, materi pembelajaran disusun secara logis dan sistematis, dalam bentuk :
Ø  Teori; seperangkat konstruk atau konsep, definisi atau preposisi yang saling berhubungan, yang menyajikan pendapat sistematik tentang gejala dengan menspesifikasi hubungan-hubungan antara variabel-variabel dengan maksud menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut.
Ø  Konsep; suatu abstraksi yang dibentuk oleh organisasi dari kekhususan-kekhususan, merupakan definisi singkat dari sekelompok fakta atau gejala.
Ø  Generalisasi; kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus, bersumber dari analisis, pendapat atau pembuktian dalam penelitian.
Ø  Prinsip; yaitu ide utama, pola skema yang ada dalam materi yang mengembangkan hubungan antara beberapa konsep.
Ø  Prosedur; yaitu seri langkah-langkah yang berurutan dalam materi pelajaran yang harus dilakukan peserta didik.
Ø  Fakta; sejumlah informasi khusus dalam materi yang dianggap penting, terdiri dari terminologi, orang dan tempat serta kejadian.
Ø  Istilah, kata-kata perbendaharaan yang baru dan khusus yang diperkenalkan dalam materi.
Ø  Contoh/ilustrasi, yaitu hal atau tindakan atau proses yang bertujuan untuk memperjelas suatu uraian atau pendapat.
Ø  Definisi:yaitu penjelasan tentang makna atau pengertian tentang suatu hal/kata dalam garis besarnya.
Ø  Preposisi, yaitu cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan kurikulum.


c.       Strategi pembelajaran
Teori pendidikan yang melandasi pengembangan kurikulum terdapat perbedaan dalam menentukan tujuan dan materi pembelajaran, hal ini tentunya memiliki konsekuensi pula terhadap penentuan strategi pembelajaran yang hendak dikembangkan. Apabila yang menjadi tujuan dalam pembelajaran adalah penguasaan informasi intelektual, maka strategi pembelajaran yang dikembangkan akan lebih berpusat kepada guru. Guru merupakan tokoh sentral di dalam proses pembelajaran dan dipandang sebagai pusat informasi dan pengetahuan. Sedangkan peserta didik hanya dianggap sebagai obyek yang secara pasif menerima sejumlah informasi dari guru. Metode dan teknik pembelajaran yang digunakan pada umumnya bersifat penyajian secara massal, seperti ceramah atau seminar. Selain itu, pembelajaran cenderung lebih bersifat tekstual.
d.      Organisasi kurikulum
Beragamnya pandangan yang mendasari pengembangan kurikulum memunculkan terjadinya keragaman dalam mengorgansiasikan kurikulum. Setidaknya terdapat enam ragam pengorganisasian kurikulum, yaitu:
Ø  Mata pelajaran terpisah (isolated subject); kurikulum terdiri dari sejumlah mata pelajaran yang terpisah-pisah, yang diajarkan sendiri-sendiri tanpa ada hubungan dengan mata pelajaran lainnya. Masing-masing diberikan pada waktu tertentu dan tidak mempertimbangkan minat, kebutuhan, dan kemampuan peserta didik, semua materi diberikan sama
Ø  Mata pelajaran berkorelasi; korelasi diadakan sebagai upaya untuk mengurangi kelemahan-kelemahan sebagai akibat pemisahan mata pelajaran. Prosedur yang ditempuh adalah menyampaikan pokok-pokok yang saling berkorelasi guna memudahkan peserta didik memahami pelajaran tertentu.
Ø  Bidang studi (broad field); yaitu organisasi kurikulum yang berupa pengumpulan beberapa mata pelajaran yang sejenis serta memiliki ciri-ciri yang sama dan dikorelasikan (difungsikan) dalam satu bidang pengajaran. Salah satu mata pelajaran dapat dijadikan “core subject”, dan mata pelajaran lainnya dikorelasikan dengan core tersebut.
Ø  Program yang berpusat pada anak (child centered), yaitu program kurikulum yang menitikberatkan pada kegiatan-kegiatan peserta didik, bukan pada mata pelajaran.
Ø  Inti Masalah (core program), yaitu suatu program yang berupa unit-unit masalah, dimana masalah-masalah diambil dari suatu mata pelajaran tertentu, dan mata pelajaran lainnya diberikan melalui kegiatan-kegiatan belajar dalam upaya memecahkan masalahnya. Mata pelajaran-mata pelajaran yang menjadi pisau analisisnya diberikan secara terintegrasi.
Ø  Ecletic Program, yaitu suatu program yang mencari keseimbangan antara organisasi kurikulum yang terpusat pada mata pelajaran dan peserta didik.
e.       Evaluasi kurikulum
Evaluasi merupakan salah satu komponen kurikulum. Dalam pengertian terbatas, evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan. dikatakan bahwa luas atau tidaknya suatu program evaluasi kurikulum sebenarnya ditentukan oleh tujuan diadakannya evaluasi kurikulum. Apakah evaluasi tersebut ditujukan untuk mengevaluasi keseluruhan sistem kurikulum atau komponen-komponen tertentu saja dalam sistem kurikulum tersebut. Salah satu komponen kurikulum penting yang perlu dievaluasi adalah berkenaan dengan proses dan hasil belajar siswa.
2.      Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum
Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. Dalam pengembangan kurikulum, dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. Oleh karena itu, dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya, sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum. Dalam hal ini, Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dibagi ke dalam dua kelompok : (1) prinsip – prinsip umum : relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, praktis, dan efektivitas; (2) prinsip-prinsip khusus : prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar, prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran, dan prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian. Sedangkan Asep Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan kurikulum, yaitu :
a.       Prinsip relevansi; secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan, bahan, strategi, organisasi dan evaluasi). Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis), tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis).
b.      Prinsip fleksibilitas; dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar bekang peserta didik.
c.       Prinsip kontinuitas; yakni adanya kesinambungandalam kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan, baik yang di dalam tingkat kelas, antar jenjang pendidikan, maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan.
d.      Prinsip efisiensi; yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu, biaya, dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal, cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai.
e.       Prinsip efektivitas; yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir, baik secara kualitas maupun kuantitas.

C.    Model-model Pengembangan kurikulum
Pengembangan kurikulum dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu : pendekatan top-down the administrative model dan the grass root model.

1.      The Administrative Model
Model ini merupakan model pengembangan kurikulum yang paling lama dan paling banyak digunakan. Gagasan pengembangan kurikulum datang dari para administrator pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi. Dengan wewenang administrasinya, membentuk suatu Komisi atau Tim Pengarah pengembangan kurikulum. Anggotanya, terdiri dari pejabat di bawahnya, para ahli pendidikan, ahli kurikulum, ahli disiplin ilmu, dan para tokoh dari dunia kerja dan perusahaan. Tugas tim ini adalah merumuskan konsep-konsep dasar, landasan-landasan, kebijaksanaan dan strategi utama dalam pengembangan kurikulum. Selanjutnya administrator membentuk Tim Kerja terdiri dari para ahli pendidikan, ahli kurikulum, ahli disiplin ilmu dari perguruan tinggi, dan guru-guru senior, yang bertugas menyusun kurikulum yang sesungguhnya yang lebih operasional menjabarkan konsep-konsep dan kebijakan dasar yang telah digariskan oleh Tim pengarah, seperti merumuskan tujuan-tujuan yang lebih operasional, memilih sekuens materi, memilih strategi pembelajaran dan evaluasi, serta menyusun pedoman-pedoman pelaksanaan kurikulum bagi guru-guru. Setelah Tim Kerja selesai melaksanakan tugasnya, hasilnya dikaji ulang oleh Tim Pengarah serta para ahli lain yang berwenang atau pejabat yang kompeten.
Setelah mendapatkan beberapa penyempurnaan dan dinilai telah cukup baik, administrator pemberi tugas menetapkan berlakunya kurikulum tersebut. Karena datangnya dari atas, maka model ini disebut juga model Top – Down. Dalam pelaksanaannya, diperlukan monitoring, pengawasan dan bimbingan. Setelah berjalan beberapa saat perlu dilakukan evaluasi.
2.      The Grass Root Model
Model pengembangan ini merupakan lawan dari model pertama. Inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum, bukan datang dari atas tetapi dari bawah, yaitu guru-guru atau sekolah. Model pengembangan kurikulum yang pertama, digunakan dalam sistem pengelolaan pendidikan/kurikulum yang bersifat sentralisasi, sedangkan model grass roots akan berkembang dalam sistem pendidikan yang bersifat desentralisasi. Dalam model pengembangan yang bersifat grass roots seorang guru, sekelompok guru atau keseluruhan guru di suatu sekolah mengadakan upaya pengembangan kurikulum. Pengembangan atau penyempurnaan ini dapat berkenaan dengan suatu komponen kurikulum, satu atau beberapa bidang studi ataupun seluruh bidang studi dan seluruh komponen kurikulum. Apabila kondisinya telah memungkinkan, baik dilihat dari kemampuan guru-guru, fasilitas biaya maupun bahan-bahan kepustakaan, pengembangan kurikulum model grass root tampaknya akan lebih baik.

Hal itu didasarkan atas pertimbangan bahwa guru adalah perencana, pelaksana, dan juga penyempurna dari pengajaran di kelasnya. Dialah yang paling tahu kebutuhan kelasnya, oleh karena itu dialah yang paling kompeten menyusun kurikulum bagi kelasnya.
Pengembangan kurikulum yang bersifat grass roots, mungkin hanya berlaku untuk bidang studi tertentu atau sekolah tertentu, tetapi mungkin pula dapat digunakan untuk seluruh bidang studi pada sekolah atau daerah lain. Pengembangan kurikulum yang bersifat desentralistik dengan model grass rootsnya, memungkinkan terjadinya kompetisi dalam meningkatkan mutu dan sistem pendidikan, yang pada gilirannya akan melahirkan manusia-manusia yang lebih mandiri dan kreatif.
Terkait dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, tampaknya lebih cenderung dilakukan dengan menggunakan pendekatan the grass-root model. Kendati demikian, agar pengembangan kurikulum dapat berjalan efektif tentunya harus ditopang oleh kesiapan sumber daya, terutama sumber daya manusia yang tersedia di sekolah.

D.    Guru dan Pengembangan kurikulum
1.      Pembelajaran dan Kurikulum
Banyak ahli mengemukakan bahwa pembelajaran merupakan implementasi kurikulum, tapi banyak juga yang mengemukakan bahwa pembelajaran itu sendiri merupakan kurikulum sebagai aksi/kegiatan. Untuk memperjelas hubungan antara pembelajaran dan kurikulum kita mulai dari melihat hakikat keduanya.
Hakikat pembelajaran :
·         Kegiatan yang dimaksudkan untuk membelajarkan pebelajar.
·         Program pembelajaran yang dirancang dan diimplementasikan sebagai suatu sistem.
·         Kegiatan yang dimaksudkan untuk memberikan pengalaman belajar.
·         Kegiatan yang mengarahkan pebelajar ke arah pencapaian tujuan pembelajaran.
·         Kegiatan yang melibatkan komponen-komponen tujuan, isi pelajaran, sistem penyajian, dan sistem evaluasi dan realisasi.

Hakikat kurikulum :
·         Kurikulum sebagai jalan memperoleh ijazah.
·         Kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran.
·         Kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran.
·         Kurikulum sebagai hasil belajar.
·         Kurikulum sebagai pengalaman belajar.
Dari mempertentangkan dan membandingkan hakikat kurikulum dan pembelajaran, kita dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran dan kurikulum merupakan dua konsep yang tak terpisahkan satu dengan yang lain.
2.      Peran guru dalam pengembangan Kurikulum
berdasarkan kenyataan bahwa guru tahu situasi dan kondisi serta bertanggung jawab atas tercapainya hasil belajar, maka sudah sewajarnya guru berperan dalam pengembangan kurikulum. Peran guru dalam pengembangan kurikulum dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan berikut :
·         Merumuskan tujuan khusus pengajaran berdasarkan tujuan-tujuan kurikulum di atasnya da karakteristik pelajar, mata pelajaran/bidang studi, dan karakteristik situasi kondisi sekolah/kelas.
·         Merencanakan kegiatan pembelajaran yang dapat secara efektif membantu pebelajar mencapai tujuan yang ditetapkan.
·         Menerapkan rencana/program pembelajaran yang dirumuskan dalam situasi pembelajaran yang nyata.
·         Mengevaluasi hasil dan proses belajar pada pebelajar.
·         Mengevaluasi interaksi antara komponen-komponen kurikulum yang diimplementasikan.
  



BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pendidikan merupakan investasi sumber daya manusia (SDA) jangka panjang yang mempunyai nilai yang tinggi bagi kelangsungan peradaban manusia di dunia. Hampir semua negara di dunia menempatkan pendidikan sebagai suatu yang penting dan utama dalam pembangunan bangsa dan negara. Begitu pula Indonesia menempatkan pendidikan sebagai sesuatu yang penting dan utama, hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mencapai ke arah itu, kurikulum dan peran guru sangat menentukan keberhasilan pendidikan, karena kurikulum berjalan, sedangkan kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran.
Ada beberapa alasan yang menjadi pilihan dalam upaya perbaikan kondisi pendidikan dalam upaya perbaikan kondisi pendidikan di tanah air, salah satunya adalah potensi siswa itu berbeda-beda dan potensi tersebut akan berkembang jika stimulusnya tepat dan mutu hasil pendidikan yang masih rendah serta mengabaikan aspek-aspek moral, akhlak, budi pekerja seni dan olahraga serta life skill. Selain itu kurikulum harus mempunyai tujuan yang ingin di capai baik yang bersifat kongkrit maupun abstrak dan berbagai konsepsinya seperti yang disebutkan di atas, sehingga hakekat kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan benar- benar terwujud.









 Daftar pustaka :

Arikunto, Suharsimi.1990. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Davies, Ivor. K. 1987. Pengelolaan Belajar (Terjemahan Sudarsonon S, dkk). Jakarta: CV. Rajawali dan PAU-UT.
Depdikbud. 1986a. Kurikulum: Pedoman Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Depdikbud.
Indung, A. Saleh dkk. 1992. Evaluasi dan Penelitian Pendidikan. Malang: FIP-IKIP Malang.
Monks, F.J dkk. 1989. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.